Sekotak Nasi untuk Warga Kampung Cibatu yang Tak Pernah Meminta-minta

Author

Superadmin

Kamis, 19 Maret 2026

26

Wali Umat — Di antara jalan-jalan sempit yang menghubungkan rumah-rumah berdinding bilik, seorang ibu berdiri di depan pintunya. Ia tidak menunggu siapa-siapa — atau mungkin sudah lama berhenti berharap ada yang datang.


Untuk itu, kami datang dengan kotak-kotak nasi yang, dibawa oleh tangan-tangan yang sudah hafal jalan gang di Kampung Cibatu.


Siapa sangka, ternyata itu sudah sangat berarti buat mereka.


Kampung Cibatu, di Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, adalah salah satu tempat yang mengajarkan kami untuk tidak terlalu banyak bicara. Warganya tidak mudah mengeluh — bukan karena hidup mereka ringan, tapi karena mereka sudah terbiasa menyimpan kesulitan untuk diri sendiri.


Sebagian dari mereka adalah buruh harian yang tidak selalu pulang dengan upah penuh. Sebagian adalah lansia yang tinggal di rumah-rumah kecil, dengan anak-anak yang sudah lama pergi merantau. Di antara keseharian yang berjalan pelan itu, ada pertanyaan sederhana yang berulang tanpa suara keras: hari ini, cukup tidak?


Mereka tidak akan pernah mengatakannya keras-keras. Bukan karena tidak merasakannya — tapi karena mereka adalah orang-orang yang lebih memilih diam daripada dianggap meminta-minta.


Kami hadir karena diam itu juga perlu didengar.


Pada penyaluran kali ini, kami membawa nasi kotak yang didistribusikan langsung ke tangan warga yang membutuhkan. Tidak melalui rantai prosedur yang panjang. Tidak dengan syarat yang mempersulit orang untuk menerima.


Kami percaya bahwa cara memberi sama pentingnya dengan apa yang diberikan.


Ada seorang ibu yang menerima kotaknya dengan dua tangan — pelan, seperti menerima sesuatu yang sudah lama tidak datang. Ia tidak banyak berkata. 


Namun, kami belajar bahwa diam seperti itu sering kali menyimpan ucapan terima kasih yang paling dalam. Momen-momen seperti inilah yang selalu mengingatkan kami: pekerjaan ini bukan tentang kami.


Wali Umat berdiri di atas satu keyakinan sederhana — bahwa umat adalah tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab lembaga besar atau pemerintah. 


Namun, tanggung jawab siapa saja yang hari ini masih punya lebih dari cukup.


Program nasi kotak ini adalah salah satu cara kami mewujudkan keyakinan itu dalam bentuk yang paling konkret: makanan, kehangatan, dan kehadiran. Bukan solusi atas semua masalah — kami tahu itu. Namun, sebuah jawaban nyata untuk hari ini, untuk orang-orang yang nyata, di tempat yang nyata.


Kepada siapa saja yang membaca laporan ini — jika ada sesuatu yang menggerakkan hatimu, kami mengundangmu untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Tidak harus dengan cara yang besar.


Cukup dengan satu keputusan: aku ingin ikut menjaga.


Karena umat yang saling menjaga dimulai bukan dari lembaga mana pun — melainkan dari orang-orang biasa yang memilih untuk tidak berpaling.



Tags

Tidak ada tag tersedia

Komentar 0

Silakan login untuk memberikan komentar.

Belum punya akun? Daftar sekarang

Belum ada komentar

Jadilah yang pertama berkomentar!